1. A.     PENALARAN DAN PENELITIAN

 

  1. 1.      Penalaran

Suatu penalaran memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1)      Logis

2)      Analitis

3)      Rasional

Penalaran merupakan salah satu cara memperoleh pengetahuan disamping melalui pengalaman dan kekuasaan. Penalaran dapat dilakukan melalui tiga cara berikut:

  1. 1.      Deduktif. Cara ini diperkenalkan oleh Aristoteles dan para pengikutnya. Berpikir deduktif dirumuskan sebagai suatu cara berpikir ilmiah yang bertolak dari pernyataan atau alas an yang bersifat umum ke pernyataan atau alasan yang bersifat khusus dengan menggunakan kaidah logika tertentu.

Penalaran deduktif dilakukan melalui serangkaian pernyataan yang disebut silogisme, yang terdiri atas beberapa unsure berikut:

  • Dasar pemikiran utama (premis mayor)
  • Dasar pemikiran kedua (premis minor)
  • Kesimpulan

Kelemahan cara berpikir deduktif adalah bahwa kita harus memulai dengan dasar-dasar pemikiran yang benar terlebih dahulu untuk sampai kepada kesimpulan. Sedangkan kelebihannya adalah cara ini dapat menghubungkan antara teori dengan pengamatan (observasi).

  1. 2.      Induktif. Cara ini dangat berbeda dengan deduktif sebab memulai suatu penalaran dari hal-hal atau pernyataan-pernyataan yang bersifat khusus untuk menentukan kesimpulan atau hukum yang bersifat umum. Dalam penalaran induktif, kesimpulan ditarik dari sekumpulan fakta, peristiwa, atau pernyataan yang bersifat umum.
  2. 3.      Pendekatan ilmiah. Merupakan gabungan antara cara penalaran deduktif dan induktif. Dalam pendekatan ilmiah, penalaran disertai dengan suatu dugaan sementara (hipotesis).
  1. 2.      Penelitian

Kata penelitian adalah terjemahan dari bahasa inggris yaitu research yang berasal dari suku kata re (kembali) dan to search (mencari). Jadi secara harfiah, research berarti mencari kembali suatu pengetahuan. Berikut definisi penelitian menurut ahli:

1)      Parson (1946). Penelitian adalah pencarian atas sesuatu secara sistematis, dengan penekanan bahwa penelitian ini dilakukan terhadap masalah-masalah yang dapat dipecahkan.

2)      John (1949). Penelitian merupakan pencarian fakta menurut metode objektif yang jelas, untuk menemukan hubungan antara fakta dan menghasilkan dalil atau hukum tertentu.

3)      Woody (1972). Penelitian merupakan suatu metode untuk menemukan sebuah pemikiran kritis.

4)      Donald Ary (1982). Penelitian merupakan penerapan pendekatan ilmiah pada pengkajian suatu masalah untuk memperoleh informasi yang berguna dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jadi penelitian adalah suatu penyelidikan reorganisasi, atau penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari fakta untuk menentukan sesuatu.

Tujuan penelitian adalah untuk mengubah kesimpulan yang telah diterima, ataupun mengubah dalil-dalil dengan adanya aplikasi baru dari dalil-dalil tersebut.

Tahap-tahap penelitian yaitu sebagai berikut:

  • Memilih masalah
  • Tahap analisis
  • Memilih strategi penelitian dan mengemukakan instrumen
  • Mengumpulkan dan menafsirkan data
  • Melaporkan hasil penelitian

Sikap dan cara berpikir seorang peneliti antara lain:

  • Objektif
  • Kompeten
  • Faktual

Cara berpikir yang diharapkan dari seorang peneliti adalah sebagai berikut:

  1. Berpikir skeptis
  2. Berpikir analitis
  3. Berpikir kritis

Jenis-jenis penelitian :

  • Penelitian dasar

Penelitian dasar atau penelitian murni adalah pencarian terhadap sesuatu hal karena da perhatian dan keingintahuan terhadap hasil suatu aktivitas.

  • Penelitian terapan

Penelitian terapan merupakan penyelidikan yang hati-hati, sistematis, dan terus menerus terhadap suatu masalah dengan tujuan untuk segera digunakan bagi keperluan tertentu. Hasil penelitian terapan tidak harus merupakan sesuatu penemuan baru dari penelitian yang telah ada.

  1. B.     METODE ILMIAH
  2. 1.      Hakikat Metode Ilmiah

Metode ilmiah adalah suatu cara pengejaran atau memperoleh kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis. Dengan menggunakan metode ilmiah, pertanyaan dalam mencari dalil umum akan mudah terjawab, seperti menjawab seberapa jauh, mengapa begitu, apakah benar dan sebagainya.

  1. 2.      Kriteria Metode Ilmiah

Suatu metode dapat dikatakan ilmiah jika memenuhi keriteria sebagai berikut:

1)      Berdasarkan fakta

2)      Bebas dari prasangka

3)      Menggunakan prinsip analisis

4)      Menggunakan hipotesis

5)      Menggunakan ukuran ebjektif

6)      Menggunakan teknik kuantifikasi

  1. 3.      Langkah-langkah Penelitian Ilmiah

Sebuah penelitian yang ilmiah harus dilaksanakan dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:

1)      Merumuskan dan mendefinisikan

2)      Mengadakan studi kepustakaan

3)      Memformulasikan hipotesis

4)      Menentukan model untuk pengujian hipotesis

5)      Menyusun, menganisis, dan memberikan interpretasi

6)      Membuat generalisasi kesimpulan

7)      Membuat laporan ilmiah

Skema penelitian ilmiah

 


  1. C.     METODE PENELITIAN

 

  1. 1.      Metode Historia

Metode historia merupakan metode penelitian yang menggunakan catatan observasi atau pengamatan orang lain yang tidak dapat diulang kembali.

Ciri-ciri metode sejarah:

  1. Banyak menggunakan data-data dari penelitian-penelitian lain di masa lampau
  2. Data yang digunakan lebih banyak bergantung pada data primer dibandingkan dengan data sekunder.
  3. Pencarian data lebih tuntas dan dilakukan penggalian informasi yang lebih tua yang lebih diterbitkan ataupun yang tidak dikutip dalam bahan acuan yang standar.
  4. Sumber data harus dinyatakan secara definitif, baik nama pengarang, tempat dan waktu.
  1. 2.      Metode Deskriptif

 

  1. a.      Definisi metode deskriptif

Metode deskriptif adalah suatu metode penelitian yang meneliti status sekelompok manusia, objek, kondisi, pemikiran, ataupun peristiwa yang ada di masa sekarang.

Tujuan penelitian deskriptif adalah untuk membuat deskripsi (gambaran atau lukisan) secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat, serta hubungan antara gejala yang diselidiki.

  1. b.      Langkah-langkah umum dalam penelitian deskriptif

Ada beberapa langkah umum yang dilakukan seorang peneliti dalam suatu penelitian dekriptif, yaitu:

1)      Memilih dan merumuskan masalah yang menghendaki konsepsi, kegunaan masalah tersebut, dan dapat diselidiki dengan sumber yang ada.

2)      Menentukan tujuan dari penelitian yang akan dikerjakan, yang harus sesuai dengan rumusan dan definisi masalah.

3)      Memberikan batas jangkauan atau sejauh mana penelitian dekriptif tersebut akan dilaksanakan.

4)      Perlu bidang ilmu yang telah mempunyai teori-teori yang kuat, perlu dirumuskan kerangka teori atau kerangka-kerangka konseptual yang kemudian diturunkan dalam bentuk hipotesis-hipotesis untuk diuji.

5)      Menelusuri sumber-sumber kepustakaan yang ada hubungannya dengan masalah yang ingin dipecahkan.

6)      Merumuskan hipotesis-hipotesis yang ingin diuji, baik secara eksplisit maupun implisit.

7)      Melakukan kerja lapangan untuk mengumpulkan data dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang cocok dengan penelitian

8)      Membuat tabulasi serta analisis statistic terhadap data yang telah dikumpulkan.

9)      Memberikan interpretasi dari hasil penelitian dalam hubungannya dengan kondisi sosial yang ingin diselidiki dan data yang diperoleh, serta referensi khas terhadap masalah yang ingin dipecahkan

10)  Mengadakan generalisasi serta deduksi dari penemuan serta hipotesis yang ingin diuji.

11)  Membuat laporan penelitian dengan cara yang ilmiah.

  1. c.       Jenis-jenis penelitian deskriptif

Beberapa jenis penelitian deskriptif:

1)      Penelitian survei

2)      Metode deskriptif berkesinambungan

3)      Studi kasus

Langkah penelitian studi kasus adalah sebagai berikut:

  • Merumuskan tujuan penelitian
  • Menentukan unit-unit studi, sifat-sifat yang akan diteliti, dan hubungan yang akan dikaji, serta proses-proses yang akan menuntun peneliti dalam melakukan penelitian
  • Tentukan rancangan serta endekatan dalam memilih unit-unit, teknik pengumpulan data yang akan digunakan, dan sumber-sumber data yang tersedia.
  • Mengumpulkan data
  • Mengelola informasi dan data yang terkumpul, serta menganalisis data dan informasi tersebut untuk membuat interpretasi dan generalisasi
  • Menyusun laporan dengan memberikan kesimpulan serta implikasi dari hasil penelitian

4)      Penelitian komparatif

Langkah-langkah untuk peneliti dengan metode penelitian komparatif:

  • Merumuskan dan mendefinisikan masalah
  • Mencari dan meneliti bahan bacaan yang ada
  • Merumuskan kerangka teoritis dan hipotesis serta asumsi yang akan dipakai
  • Membuat rancangan penelitian, memilih subjek yang digunakan dengan teknik pengumpulan data yang diinginkan, mengkategorikan sifat-sifat, atribut-atribut, atau hal-hal lain yang sesuai dengan masalah yang ingin dipecahkan, untuk memudahkan analisis sebab akibat.
  • Menguji hipotesis dan membuat interpretasi terhadap hubungan dengan teknik statistik yang tepat
  • Membuat generalisasi, kesimpulan, serta implikasi kebijakan
  • Menyusun laporan dengan cara penulisan ilmiah yang ada.

5)      Penelitian kerja dan aktivitas

6)      Metode waktu gerakan