KENAKALAN  DAN BENTUK PENYIMPANGAN REMAJA SAAT INI

A.    PENGERTIAN MASA REMAJA
Perkembangan individu khususnya remaja berlangsung terus menerus dan tidak dapat diulang kembali. Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu  mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami  perubahan baik emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan   masalah-masalah (Hurlock, 1998). Masa remaja merupakan masa yang rentan terhadap perbuatan-perbuatan yang kurang baik diakibatkan sikap mereka yang suka mencoba hal-hal yang baru.
Tumbuh kembang remaja pada zaman sekarang sudah tidak bisa lagi dibanggakan. Perilaku kenakalan remaja saat ini sulit diatasi. Baru-baru ini sering kita dengar berita di televisi maupun di radio yang disebabkan oleh kenakalan remaja diantaranya tawuran, pemerkosaan yang dilakukan oleh pelajar SMA, pemakaian narkoba dan lain-lain. Kehidupan remaja pada masa kini mulai memprihatinkan. Remaja yang seharusnya menjadi kader-kader penerus bangsa kini tidak bisa lagi menjadi jaminan untuk kemajuan Bangsa dan Negara. Bahkan perilaku mereka cenderung merosot.

B.    BENTUK PENYIMPANGAN REMAJA SAAT INI
Kini banyak penyimpangan-penyimpangan remaja yang seolah menjadi fenomena di kehidupan sehari-hari seperti anak alay, punk dan kimcil. Berikut penjelasan singkat tentang  perilaku menyimpang dari para remaja saat ini.

1.    Alay
Alay merupakan singkatan dari anak layangan. Istilah alay merupakan stereotipe yang menggambarkan gaya hidup norak atau “ndeso”. Selain itu, alay bisa merujuk pada gaya yang dianggap terlalu berlebihan dan selalu berusaha untuk menarik perhatian atau “caper” (cari perhatian). Seseorang yang dikategorikan alay umumnya memiliki perilaku unik dan cenderung aneh dalam hal bahasa dan gaya hidup. Dalam gaya bahasa, terutama bahasa tulis atau bahasa sms, alay merujuk pada kesenangan remaja menggabungkan huruf besar-huruf kecil, menggabungkan huruf dengan angka dan simbol, atau menyingkat kata-kata secara berlebihan.
Alay dianggap menyimpang karena perilaku meraka yang aneh dan terlalu berlebihan pada sesuatu sehingga masyarakat mencap mereka sebagai salah satu bentuk penyimpangan remaja.

2.    Kimcil
Kimcil merupakan singkatan dari “kimpet cilik” atau bisa juga “kimpol cilik”. Secara terminologis kimcil diartikan sebagai cewek-cewek ABG (anak baru gede), lebih khususnya cewek-cewek ABG yang kemayu, centil, dan sok imut. Biasanya kimcil-kimcil ini haus akan pengakuan dan eksistensi. Umur mereka antara 15 – 18 tahun, tampil modis dengan baju-baju distro, berlagak sok aneh atau unik, suka cari perhatian dengan cara bertingkah sok nakal demi pengakuan seperti merokok, minum-minuman keras, dan memakai narkoba. Tak jarang ada kimcil yang sering menjual tubuhnya untuk mendapatkan uang demi memenuhi gaya hidup mereka yang sok kemewah-mewahan itu.
Kimcil dianggap menyimpang karena tingkah laku mereka seperti merokok, minum-minuman keras, dan memakai narkoba dicap tidak pantas untuk ukuran remaja.

3.    Anak Punk
Kita semua pasti pernah melihat sekelompok anak-anak berumur 14-18 tahun yang berkeliaran di lampu merah, halte, gang senggol, dan tempat-tempat lainnya yang biasa dijadikan tempat nongkrong anak-anak yang bergaya ala Punk.
berpakaian serba hitam, rambut mowhawk dan atau camuri (cakar muka sendiri), celana ketat serta bau minuman anggur (alkohol) yang harganya “ceban”. Awalnya kelompok ini hanya terdapat pada anak-anak band yang mengikuti inspirator mereka dalam bermusik, akan tetapi gaya ala punk ini sudah memasuki gaya hidup ABG sekarang ini. Keberadaan mereka belakangan ini sangat meresahkan karena sering melakukan pemalakan, ngamen secara paksa di dalam angkot-angkot dan sering membuat keributan.
Mirisnya lagi, mereka bergaya ala Punk akan tetapi tidak tahu arti Punk itu sendiri dan tidak tahu pula sejarah dan asal muasalnya. Yang mereka tahu Punk adalah anak gaul, anak band, pemberani dll. Ini juga akan menjadi ancaman bagi komunitas Punk yang sebenarnya yang nantinya akan dapat merubah stereotip masyarakat terhadap Punk itu sendiri, yang padahal apabila kita telusuri Komunitas Punk yang sebenarnya jauh dari sikap dan sifat anak-anak yang bergaya ala Punk “ikut-ikutan” ini. Ini sudah salah kaprah dalam pemaknaan dan implementasinya. Dan juga hal ini tidak lepas dari kelalaian orang tua yang kurang memperhatikan anak-anak mereka yang seharusnya masih harus belajar di bangku sekolah. Anak-anak yang ikut-ikutan bergaya ala Punk ini bukan hanya laki-laki tapi tak sedikit diantara mereka terdapat anak-anak perempuan.
Sebenarnya Punk ini merupakan pemberontakan dari anak-anak kelas pekerja yang tidak puas akan sistem politik dan ekonomi yang diterapkan oleh pemerintah karena menyebabkan pengangguran dan juga terjadinya krisis moral, Punk ini juga dijadikan sebagai Ideologi dan aliran musik yang bernuansa sosial, politik, budaya, bahkan agama.
Punk dianggap menyimpang oleh masyarakat karena gaya hidup mereka yang terkesan seenaknya sendiri, tidak mau diatur oleh hukum, anti kemapanan dan beberapa tindakan yang kerap meresahkan warga seperti memalak, ngamen secara paksa, minum-minumam keras dan perilaku seks bebas antara anak punk itu sendiri.

C.    FAKTOR KENAKALAN REMAJA
Kenakalan remaja di era modern ini sudah melebihi batas yang sewajarnya. Sekarang banyak remaja yang sudah mengenal rokok, minum-minuman keras, narkoba, freesex, dan terlibat banyak tindakan kriminal lainnya seperti judi, pencurian dan lain-lain. Fakta ini sudah tidak dapat dipungkiri lagi, anda dapat melihat bagaimana brutalnya remaja jaman sekarang.
Hal ini semua bisa terjadi karena adanya faktor-faktor kenakalan remaja berikut ini :
1.    Kurangnya kasih sayang dan perhatian dari orang tua. Seorang remaja yang kurang perhatian dan kasih sayang orang tua akan melakukan tindakan yang cenderung menyimpang. Karena mereka beranggapan bahwa mereka tidak dianggap oleh orang tuanya sendiri sehingga melakukan tindakan itu karena mereka ingin diperhatikan oleh orang tua walau dengan cara yang cenderung menyimpang.
2.    Kurang adanya pengawasan dari orang tua. Akibat kurang pengawasan dari orang tua, remaja akan cenderung bertingkah liar karena orang tuanya saja tidak memberikan pengawasan terhadap anaknya sendiri.
3.    Menanggapi kemajuan iptek dengan cara negatif. Remaja menanggapi kemajuan iptek dengan cara yang salah seperti menggunakan internet untuk melihat gambar atau video porno.
4.    Kurangnya pendidikan dan dasar-dasar agama yang juga kurang. Kurangnya dasar agama mengakibatkan remaja tidak tahu mengenai dosa dan akibat dari tindakan-tindakan menyimpang yang dilakukannya.
5.    Pengaruh dari teman dan lingkungan. Tak jarang para remaja melakukan tindakan menyimpang dikarenakan terpengaruh oleh teman dan lingkungan di sekitar tempat tinggalnya.
6.    Tidak ada tempat untuk menyalurkan hobi. Karena tidak ada tempat untuk menyalurkan hobi, tak jarang para remaja melakukan tindakan yang menyimpang karena dia tidak tahu bagaimana cara untuk menyalurkan hobinya tersebut.
7.    Banyaknya masalah yang dipendam dan tidak mampu untuk mengatasinya. Banyaknya masalah yang dipendam dapat merugikan remaja itu sendiri. Mempunyai banyak masalah akan menyebabkan remaja itu stres dan bahkan tak jarang menggunakan narkoba untuk menghilangkan masalah tersebut.

D.    CARA PENCEGAHANNYA
Sebelum semakin parah fenomena kenakalan remaja saat ini, lebih baik mencegahnya sebelum terlambat. Dan berikut ada beberapa cara untuk setidaknya mencegah berlanjutnya fenomena kenakalan remaja ini :
1.    Perlu adanya kasih sayang serta perhatian yang lebih dari orang tua. Dengan adanya kasih sayang dan perhatian dari orang tua, maka remaja akan beranggapan bahwa ternyata mereka masih dibutuhkan oleh orang tua mereka sendiri.
2.    Adanya pengawasan dari orang tua tapi tidak terlalu dikekang. Boleh saja orang tua membiarkan anaknya melakukan apa saja yang masih wajarnya. Apabila orang tua menganggap tindakan anaknya sudah melebihi batas wajar, orang tua perlu mengingatkan dia dampak dan akibat yang harus ditanggungnya.
3.    Penggunaan teknologi yang benar. Penggunaan internet yang benar, akan membawa pengaruh positif bagi remaja.
4.    Perlu adanya dukungan terhadap hobi yang diinginkan remaja. Asal hobi itu bermanfaat dan tidak berpengaruh negatif.
5.    Perlu adanya pendidikan tentang agama sejak dini. Pendidikan dan dasar agama yang kuat merupakan salah satu bentuk dari pencegahan dari kenakalan remaja. Dengan mengenal agama, remaja tidak akan berbuat menyimpang karena remaja itu tahu apa yang akan dilakukan tersebut merupakan dosa bagi dirinya.
6.    Jadikan orang tua sebagai teman curhat yang baik. Orang tua harus menjadi tempat curhat yang nyaman bagi anaknya, sehingga orang tua dapat membimbing anaknya ketika ia sedang mengalami masalah.

E.    KESIMPULAN
Semua masalah tersebut perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak mengingat remaja merupakan calon penerus generasi bangsa. Kenakalan remaja terjadi karena berbagai faktor baik dari kondisi remaja itu sendiri maupun dari faktor lingkungan yang tidak mendukung pertumbuhan remaja tersebut secara baik. Dalam penanggulangan masalah remaja saat ini tidak hanya dituntut agar pribadi remaja itu sendiri yang berusaha, akan tetapi perlu bantuan dan dukungan baik dari orang tua, guru, teman dan lingkungan masyarakat. Remaja merupakan generasi penerus bangsa ini, jadi kita harus berusaha keras mencegah terjadinya kenakalan dan penyimpangan remaja untuk kehidupan bangsa yang lebih baik. Di tangan remajalah masa depan bangsa ini digantungkan.